TINIMBALA.COM, Agam – Menjelang malam, aktivitas di lokasi TMMD Ke-129 Kodim 0304/Agam perlahan mereda. Alat kerja berhenti berderu, tetapi denyut kebersamaan justru mulai terasa. Di sebuah rumah sederhana milik Khairul Sadam dan Asnah Mulia di Jorong Simaung Hilia, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, personel Satgas TMMD duduk bersila bersama warga menikmati makan malam.
Tak ada sekat antara prajurit dan masyarakat. Obrolan mengalir ringan, mulai dari perkembangan pembangunan di kampung hingga cerita keseharian warga. Makan malam itu menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibuka atau rumah yang direhabilitasi, tetapi juga dari kuatnya ikatan kepercayaan yang terbangun.
Bagi Satgas TMMD Ke-129, kebersamaan semacam ini merupakan bagian dari strategi pendekatan sosial. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak berhenti pada pekerjaan fisik, melainkan juga membangun komunikasi, mendengar aspirasi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap setiap program yang sedang dikerjakan.
Di Nagari Nan Tujuah, suasana kekeluargaan itu menjadi modal penting. Warga yang merasa dilibatkan cenderung lebih antusias bergotong royong, sementara personel Satgas memperoleh dukungan moral yang memperlancar seluruh rangkaian kegiatan TMMD.
Makan malam sederhana itu akhirnya menyampaikan pesan yang lebih besar: kemanunggalan TNI dan rakyat tidak selalu dibangun melalui seremoni atau pidato. Kadang, ia tumbuh dari sepiring hidangan, percakapan hangat, dan kesediaan untuk duduk bersama sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki tujuan yang sama—membangun desa demi kesejahteraan masyarakat. (Sari)
Editor : Linda Fang



















