TINOMBALA.COM, Tolitoli Sulteng — Antrean panjang solar bersubsidi di Kabupaten Tolitoli mulai disisir polisi. Satuan Reserse Kriminal Polres Tolitoli turun ke SPBU Desa Sandana pada Rabu, 12 Agustus 2026. Mereka mencari jejak pengisian berulang, barcode yang diduga digunakan berkali-kali, hingga kendaraan yang memakai tangki modifikasi.
Operasi itu dipimpin Kasat Reskrim Polres Tolitoli IPTU Stefi Yohanis Hurlatu, S.Tr.K., M.H., bersama Kanit Tipidter IPDA Frangky dan Kanit Jatanras Aiptu Yohanes Pata Allo. Polisi memeriksa kendaraan yang mengantre solar subsidi. Perhatian utama diarahkan kepada kendaraan yang dicurigai sebagai pelansir.
Namun sidak perdana itu belum menemukan kendaraan dengan tangki modifikasi. Polisi hanya mendapati sebuah Kijang minibus yang diduga berkaitan dengan aktivitas pelansiran. Kendaraan tersebut belum sempat mengisi solar ketika diperiksa petugas.
Melalui Kanit Tipidter IPDA Frangky, Kasat Reskrim mengatakan pemeriksaan akan dilakukan bertahap. Polisi terlebih dahulu memberikan imbauan dan teguran sebelum mengambil langkah hukum terhadap pelanggaran yang terus berulang.
“Pertama imbauan, kedua teguran, ketiga penindakan. Terutama yang disinyalir sebagai pelansir dan melakukan pengisian berulang kali,” ujar Frangky.
Sasaran polisi bukan hanya tangki modifikasi. Kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi berulang kali juga masuk dalam daftar pengawasan. “Yang menjadi sasaran adalah tangki modifikasi dan kendaraan atau motor yang melakukan pengisian berulang kali,” katanya.
Polisi meminta masyarakat ikut membuka informasi mengenai dugaan penyalahgunaan solar subsidi. Laporan warga, kata Frangky, akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti.
“Kami berharap ada informasi dari masyarakat sehingga setiap laporan yang masuk bisa kami tindak lanjuti,” ujar dia.
Sidak di Sandana menjadi langkah awal di tengah persoalan antrean solar subsidi yang terus muncul di sejumlah SPBU Tolitoli. Belum ditemukannya tangki modifikasi dalam pemeriksaan kali ini belum menutup dugaan adanya praktik pelansiran. Polisi memastikan pengawasan akan dilanjutkan, terutama terhadap kendaraan yang dicurigai mengisi BBM subsidi berulang kali. (HB/Red)



















