TINOMBALA.COM, Parigi Moutong Sulteng — Pegunungan Desa Suli Indah tak lagi hanya menyimpan cerita tentang hutan, air, dan tanah yang dijaga turun-temurun. Di sejumlah titik, tubuhnya kini terbuka. Tanah dikeruk, batu berserakan, alur galian membelah lereng, sementara air sungai berubah keruh membawa lumpur dari kawasan hulu.
Di tengah bentang alam itu, jejak ekskavator menjadi tanda yang sulit diabaikan.
Temuan tersebut diperoleh Aliansi Masyarakat Adat Balinggi Rabu, 19 Agustus 2026 ketika menyisir kawasan hulu Desa Suli Indah, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bersama LSM Sangulara Sulawesi Tengah. Mereka menemukan sejumlah titik yang diduga mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan.
Penemuan dilokasi berupa bekas pengerukan dan jejak alat berat memunculkan dugaan adanya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Namun satu hal tampak jelas dari dokumentasi lapangan, ada perubahan pada bentang alam di kawasan hulu hutan kawasan Desa Suli
Pertanyaannya bukan lagi sekadar siapa yang mengeruk tanah. Bagaimana alat berat bisa masuk sejauh itu ke kawasan pegunungan? Siapa yang mengoperasikannya? Siapa yang membiayai? Dan apakah aktivitas tersebut memiliki izin?
Menurut masyarakat setempat Hutan disa suli semestinya menjadi penyangga kehidupan. Ketika hulu dibuka tanpa kendali, masyarakat di hilir yang berpotensi menerima akibatnya,” Jelasnya.
Karena itu, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi yang memiliki kewenangan terhadap lingkungan dan pertambangan perlu menjawab temuan tersebut dengan pemeriksaan terbuka. Status kawasan harus diperiksa. Legalitas aktivitas harus dibuktikan. Pemilik alat berat harus ditelusuri. Dan jika ditemukan pelanggaran, siapa pun yang berada di baliknya semestinya dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.
Sebab ketika emas sudah diangkut meninggalkan gunung, yang tertinggal bukan hanya lubang. Hutan yang rusak, sungai yang berubah, dan masyarakat yang harus menanggung ongkosnya.
Hutan Suli Indah bukan sekadar hamparan tanah. Ia adalah hulu. Dan dari hululah nasib kehidupan di bawahnya ditentukan.
Penelusuran lapangan terkait dugaan PETI di Pegunungan Suli Indah masih berlangsung. Informasi mengenai titik kerusakan, aktivitas alat berat, serta pihak pemodal yang diduga terkait dalam aktivitas Peti. (TIM)




















