Breaking News

Home / Nasional

Jumat, 21 Maret 2025 - 13:29 WIB

Ketum Persatuan Wartawan Republik Indonesia Mengajak Para Jurnalis, Khususnya Anggota PWRI Untuk Tetap Kritis Dalam Menulis

Jakarta, Tinombala.com// Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPP PWRI) Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn, mengajak para jurnalis, khususnya anggota PWRI untuk tetap kritis dalam mensikapi persoalan-persoalan yang ada di daerah.

Suriyanto menilai banyak persoalan-persoalan yang terjadi di daerah yang perlu dibenahi karena kebijakan pemimpin daerah yang tidak berpihak pada masyarakat. Namun begitu, Suriyanto mengingatkan, agar kritikan tersebut disampaikan secara santun, mengedepankan etika dan berbudaya.

“ Banyak persoalan-persoalan di daerah yang perlu dibenahi. Terkadang, dalam membuat suatu kebijakan sering terjadi pro kontra antara kelompok satu dengan yang lain. Bahkan terkadang kelompok yang kontra menyampaikan kritikan secara berlebihan. Saya meminta kepada seluruh Ketua DPD maupun DPC PWRI seluruh Indonesia untuk terus berfikir kritis demi perbaikan daerahnya masing-masing. Namun harus disampaikan dengan baik, berdasarkan data, konstruktif dan lebih mengedepankan upaya-upaya perbaikan,” kata Suriyanto.

Sriyanto menyebut, tidak banyak orang yang bersedia untuk dikritik. Karena kritik, bagi kebanyakan masyarakat kita masih dipandang sebagai bentuk lain dari sebuah penghinaan. Begitu pula dengan para pejabat, masih banyak yang alergi terhadap kritik.

Supaya kritikan tersebut efektif, kata Suriyanto, maka yang penting adalah bagaimana cara meng-komunikasikan kritik itu di kemas.

“ Sebagai manusia normal jelas ada yang tidak suka kalau harus menerima kritik. Bilamana kritik dikemas sedemikian rupa, maka sedikit orang yang akan sakit hati. Pertama, adalah cara mengkritiknya yang menyenangkan, tidak membuat orang lain terpojok dan sakit hati. Kalaupun pernah merasa down dengan kritiknya, namun secepatnya si pengkritik mengangkat mental orang yang dikritik kembali,” ujarnya.

“ Dengan berorientasi kepada tujuan adanya perubahan yang lebih baik, maka kritik hendaknya disampaikan dengan cara-cara yang baik kritik yang solutif, membangun dan konstruktif serta tidak memojokkan pihak lain. Dengan begitu suasana tetap kondusif tidak ada pihak memanasi situasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Daeng Ampes Pejalan Kaki Lintas Sulawesi Berikan Pertolongan Pada Pengendara Bermotor Yang Mengalami Kecelakaan

Suriyanto berpesan, kesantunan publik harus dikedepankan saat berdemokrasi seperti mengeluarkan kritik atau saran. Artinya, bila kritik atau saran itu dilontarkan atas dasar kebencian bisa menimbulkan permusuhan atau kebencian baru.

“Jadi membangun masyarakat demokrasi ini merupakan tantangan kita bersama, terutama bagi kita semua sebagai anggota PWRI. Jangan emosional, apalagi sampai menyampaikan kata-kata kasar yang menyinggung perasaan,” pungkasnya. (Red)

Share :

Baca Juga

Jabodetabek

Hewan Liar Resahkan Warga Jelambar, Satpel KPKP Turun Tangan

Nasional

Rumah Duka di Tengah Permukiman, Pemkot Jakbar Tawarkan Mediasi

Nasional

Arab Saudi Tetapkan Idulfitri 2026 Jatuh Jumat 20 Maret

Nasional

SMSI Tunggu Rapimnas Tentukan Sikap atas Klausul Perjanjian Dagang RI–AS

Nasional

Bank BRI Unit Diapati Bunobogu Segel Bangunan Yang Bukan Objek Jaminan Nasabah

Nasional

Menjelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H Dewan Pers Mengeluarkan Surat Edaran Wartawan Tidak Diperbolehkan Meminta THR

Bukittinggi Sumatera

Residivis Ditangkap, Polisi Sita 62 Paket Sabu dari Tiga Lokasi di Bukittinggi dan Agam

Nasional

Tenaga Honorer Yang Tidak Lolos PPPK Penuh Akan Diangkat Menjadi PPPK Paruh Waktu
error: Konten ini dilindungi hak cipta!