Breaking News

Home / Nasional

Sabtu, 28 Juni 2025 - 17:01 WIB

Mengurangi Ketergantungan Energi Fosil, QMB – HYNC Pelopori Inovasi Transisi Energi Dalam Kawasan IMIP

Morowali, Tinobala.com// Beragam inovasi dalam memacu penerapan sumber energi alternatif, sudah dilakukan sejumlah perusahaan yang beraktivitas dalam kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Langkah tersebut menjadi upaya menekan dampak negatif dari operasional pembangkit listrik bertenaga fosil, terutama batubara, sebagai fasilitas entitas industri dalam memenuhi kebutuhan energi sendiri (captive power plant).

Diakui,industri mineral kerap dituding menghasilkan dampak buruk terhadap lingkungan. Pemerintah Indonesia bahkan telah menetapkan target untuk mencapai emisi bersih (net zero emission) pada tahun 2060.

Aksi dan respons cepat itu kemudian diperlihatkan pengolah mineral di IMIP, melalui inovasi dalam penyesuaian penerapan transisi energi.

Saat ini ada dua perusahaan aktif mengembangkan langkah hijau yang selaras dengan tren dekarbonisasi global dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil, yakni PT QMB New Energy Material dan Huayue Nickel Cobalt (HYNC).

Wakil Deputi Manager PT QMB, Yan Xiadong, mengungkapkan, pihaknya sudah memprakarsai proyek pembangkit listrik kogenerasi (co-generation power plant) sejak tahun 2023 lalu, sebagai bentuk komitmen mendukung keberlanjutan lingkungan dan kawasan perusahaan.

Dengan pengembangan perangkat pembangkit listrik itu, QMB memperlihatkan kepedulian, khususnya dalam efisiensi dan mengurangi emisi.

Ada Profesor Xu Kaihua sebagai penggagas pembangkit listrik kogenerasi ini dan telah meluncurkan proyek tersebut dengan mengintegrasikan pabrik asam sulfat serta turbin generator,” jelas Yan Xiadong, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/6/2025).

Prof. Xu Kaihua adalah profesor (Ph.D) pengawas metalurgi, kimia, dan ilmu material sekaligus pendiri General Environmental Material (GEM) sejak tahun 2001 dengan konsep “Sumber Daya Terbatas, Daur Ulang tak Terbatas” yang memayungi PT QMB New Energy Materials.

Tak seperti pembangkit listrik konvensional yang sering melepaskan limbah panas, pembangkit listrik kogenerasi memulihkan dan memanfaatkan energi tersebut untuk berbagai keperluan.

Baca Juga:  Bukan Aset Sitaan atau Vonis, Jampidsus Sebut Ada Taruhan Lebih Besar dalam Pemberantasan Korupsi

Mulai dari pemanasan, pendinginan, hingga proses industri. Potensi ini sangat menjanjikan untuk menjadi langkah efisiensi energi lebih maksimal. Dengan menerapkan pembangkit listrik yang menggabungkan tenaga panas dan listrik, QMB mengklaim telah mencapai efisiensi energi dalam operasional pabriknya hingga 98,4 persen.

Selain itu, teknologi tersebut mampu memangkas hingga 70 persen ketergantungan pada listrik konvensional dan menekan volume emisi karbon.

Ada dua keunggulan co-generation power plant yang tengah bertumbuh di sentra industri. Kemampuan sistem dual-output yang menghasilkan asam sulfat dan energi, memungkinkan pemulihan panas limbah untuk menggerakkan mesin pembangkit listrik. Juga uap limbah daur ulang di fasilitas PT QMB saat ini mampu memenuhi 70 persen kebutuhan listrik pabrik.

“Kapabilitas ini secara signifikan meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan,” jamin Yan Xiadong.

Deret Implementasi Transisi Energi

Langkah hijau dan inovasi QMB juga disambut tenant lain, HYNC. Perusahaan yang memproduksi nikel dan kobalt ini juga mengelola konsumsi listrik pabriknya melalui penemuan co-generation power plant.

Energi listrik alternatif diperoleh dengan memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi dari pabrik asam sulfat yang terintegrasi dengan pabrik high pressure acid leach (HPAL)

Direktur External PT HYNC, Stevanus, mengatakan, dari proses hidrometalurgi dalam ekstraksi nikel dan kobalt dari bijih laterit, uap sisa produksi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi 70 persen kebutuhan listrik pabrik secara mandiri. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pesawat ATR-400 Hilang Kontak di Langit Sulsel, Operasi SAR Dikerahkan Ke Maros – Pangkep

Nasional

Ketum Persatuan Wartawan Republik Indonesia Mengajak Para Jurnalis, Khususnya Anggota PWRI Untuk Tetap Kritis Dalam Menulis

Nasional

Staf Khusus Bupati Buol Moh. Zukri H. Salam Hadiri Kegiatan Pengukuhan Tim Tanggap Insiden Siber

Nasional

BAZNAS RI Tetapkan Zakat Fitrah 2025 Rp47 Ribu

Nasional

Pererat Soliditas Angkatan, Siswa BOZ DDP 55 Nusantara Gelar Silaturahmi di Setukpa Polri

Nasional

Trotoar Yang Direbut Lapak, Tanah Abang Kembali Ditertibkan

Nasional

Pemangkasan Anggaran, Pertumbuhan Ekonomi Terancam

Nasional

Nenek dan Hijrah: Kesedihan yang Tak Terhingga
error: Konten ini dilindungi hak cipta!