Breaking News

Home / Buol / Hukum & Kriminal

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:40 WIB

Diduga Langgar Privasi, Oknum Kades di Buol Klarifikasi Video Viral

Tinombala.com, Buol – Video yang beredar luas di media sosial menyeret nama seorang oknum Kepala Desa (Kades) berinisial SL di Kabupaten Buol. Merasa privasinya dilanggar, SL menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap pengelola sebuah kafe yang diduga menyebarkan video tersebut tanpa izin.

Kepada media ini, SL menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada publik, khususnya para kepala desa di Kabupaten Buol. Ia menegaskan tidak pernah menjual nama maupun jabatannya sebagai kepala desa untuk kepentingan apa pun, sebagaimana yang berkembang dalam video viral tersebut.

“Saya meminta maaf kepada seluruh kepala desa dan masyarakat. Saya tidak pernah menjual nama atau jabatan saya sebagai kades untuk kepentingan tertentu, apalagi seperti yang ditafsirkan dalam video itu,” ujar SL, Selasa,(13/1/2026).

Kronologis Kejadian Versi SL

SL menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika seorang oknum mantan Kepala Desa Negeri Lama (Nelam) berinisial IM mendatangi rumahnya di Desa Pajeko. IM mengajak SL untuk sekadar bersantai dan bernyanyi di salah satu kafe di Kabupaten Buol.

Namun saat itu, SL mengaku sedang berada dalam kondisi tertekan secara finansial dan psikologis. Ia menyebut tengah menghadapi persoalan keluarga, termasuk masalah dengan istrinya di Momunu serta anaknya yang mengalami pemukulan di Palu.

“Saya sempat menyampaikan bahwa sedang kekurangan dan kesulitan dana. Tapi secara spontan saya ikut ajakan tersebut,” ungkapnya.

Setibanya di lokasi, SL mengaku sempat ragu untuk masuk ke dalam kafe karena keterbatasan dana. Ia bahkan berniat pulang, namun dicegah dan diminta tetap masuk bersama rombongan.

“Saya sempat menolak dan pamit pulang, tapi dilarang. Soal ladies, saya tidak tahu-menahu. Saya ke sana hanya untuk menyanyi,” jelasnya.

Baca Juga:  Mobil Pengangkut Solar Terbakar di Tolitoli, Polisi Pastikan BBM Milik Nelayan

SL juga menyebut bahwa di dalam ruangan tersebut telah ada beberapa orang lain dari sejumlah desa, seperti Lamadong dan Mangubi. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui seluruh pesanan di ruangan tersebut dibebankan atas namanya.

“Mungkin karena saya kades, mereka berpikir saya punya banyak uang. Saat itu saya membayar sekitar Rp600 ribu kepada IM. Handphone saya juga sempat dibawa oleh IM,” katanya.

Beberapa hari setelah kejadian, pihak kafe kembali mendatangi SL untuk menagih pembayaran tambahan. SL merasa dirugikan karena menurutnya seluruh biaya, termasuk yang tidak ia lakukan, dibebankan kepadanya.

“Saya merasa dikuras. Bahkan disebutkan ada ladies yang menemani saya dan dibayar, padahal saya tidak ditemani ladies sama sekali. Semua itu dibebankan kepada saya,” tuturnya.

“Uang yang dibebankan kepada saya sudah saya berikan kepada IM mantan Kades Nelam, sebesar Rp600 ribu. Uang itu saya hitung satu per satu di atas meja dan disaksikan oleh beberapa teman. Saya menyerahkannya kepada IM karena dialah yang mengajak kami ke kafe. Bisa jadi IM tidak menyerahkan uang tersebut kepada pemilik kafe. Namun, ketika biaya itu hendak dibebankan kembali kepada saya, tentu saya keberatan karena saya sudah menalangi minuman yang mereka konsumsi. Intinya, terkait persoalan ‘ladies’ itu bukan urusan saya, karena saya tidak memesan. Tujuan saya ke kafe hanya untuk bernyanyi, dan faktanya memang demikian,” imbuhnya.

Pengakuan dan Permintaan Maaf

SL tidak menampik bahwa dirinya sempat meneguk sedikit minuman yang tersedia di lokasi, meski menegaskan sebagian besar waktunya hanya digunakan untuk bernyanyi.

Di akhir pernyataannya, SL menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, keluarga, camat, dan seluruh kepala desa. Ia juga menyatakan siap menerima segala konsekuensi atas peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Pemkab Buol Tertibkan Galian C, Izin Lingkungan Disorot, Pajak Tetap Dipungut

“Apa yang saya lakukan itu tidak benar. Saya minta maaf kepada masyarakat, keluarga, para kepala desa, dan camat. Jika karena kejadian ini saya harus mundur dari jabatan, saya siap. Tidak ada manusia yang sempurna, kita kembali ke pribadi masing-masing,” pungkasnya. [red]

Share :

Baca Juga

Daerah

PWI Buol Hadiri Buka Puasa Polres, Sinergi Pers dan Polri Diperkuat

Buol

Kisah Kantor Desa yang Baru Hidup Setelah Sidak

Buol

Satpol PP Buol Salurkan Air Bersih, Respons Krisis di Musim Kemarau

Buol

Sekda Buol Sambut Kedatangan Kajati Sulteng di Akhir Masa Jabatannya

Buol

Bupati Buol Masuk Kandidat 5 Besar Paritrana Award Tahun 2024 Provinsi Sulawesi Tengah.

Hukum & Kriminal

Polsek Bokat Lakukan Patroli Dialogis Cipta Kondisi

Buol

Mogok Pelayanan Poli, Enam Dokter ASN RSUD Mokoyurli Buol Disorot Soal Etika dan Disiplin Profesi

Buol

Dana Padat Karya Desa Bokat: 200 Juta Misteri