TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang semakin kompetitif, Pemerintah Kabupaten Buol mulai bergerak lebih cepat. Bukan lewat wacana panjang, melainkan melalui langkah konkret yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat: membuka akses pendidikan tinggi yang lebih fleksibel, cepat, dan relevan dengan pengalaman kerja.
Langkah itu terlihat dalam pertemuan strategis yang dipimpin langsung Bupati Buol bersama Tim Pengelola Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), yang secara khusus membahas percepatan implementasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di daerah tersebut.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda administratif biasa. Di balik meja rapat itu, tersimpan harapan besar agar masyarakat Buol—terutama mereka yang sudah lama bekerja namun belum memiliki gelar akademik, bisa memperoleh kesempatan pendidikan tanpa harus memulai dari nol.
Program RPL sendiri menjadi salah satu terobosan pendidikan yang kini semakin diminati. Melalui skema ini, pengalaman kerja, pelatihan profesional, hingga sertifikasi yang pernah diikuti seseorang dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik dan dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).
Artinya, seseorang yang telah bertahun-tahun bekerja di pemerintahan, sektor swasta, maupun bidang profesional lainnya, berpeluang menempuh pendidikan tinggi dengan waktu studi yang jauh lebih singkat dibanding jalur reguler.
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo dalam arahannya menegaskan bahwa program ini harus benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat. Ia meminta agar seluruh proses pendaftaran dibuat sederhana, cepat, dan mudah diakses.
Menurutnya, birokrasi yang rumit justru akan menghambat masyarakat yang sebenarnya memiliki semangat besar untuk melanjutkan pendidikan.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama bagi aparatur desa, pegawai, dan masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja namun selama ini terkendala waktu untuk melanjutkan pendidikan formal,” tegas Bupati.
Fokus utama dalam pertemuan tersebut juga menyoroti kesiapan teknis penerimaan mahasiswa baru, termasuk mekanisme verifikasi dokumen pengalaman kerja serta strategi sosialisasi program agar menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
Pemerintah daerah menilai, keberadaan program ini dapat menjadi solusi nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas aparatur dan tenaga kerja lokal.
Di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin menuntut kompetensi formal sekaligus pengalaman praktis, Buol tampaknya tak ingin tertinggal.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak akademik, program ini diproyeksikan menjadi jalan baru bagi lahirnya generasi profesional yang tak hanya kaya pengalaman lapangan, tetapi juga memiliki legitimasi akademik yang kuat.
Jika berjalan sesuai target, pembukaan pendaftaran mahasiswa melalui jalur RPL akan segera diumumkan dalam waktu dekat, disertai sosialisasi besar-besaran ke berbagai sektor pemerintahan, institusi, hingga desa-desa.
Bagi Kabupaten Buol, ini bukan sekadar program pendidikan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
Pewarta : Reiyna
Editor : Linda Fang

















