Breaking News

Home / Palu / Sulteng

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:11 WIB

Musprov VIII Kadin Sulteng Usai, Waketum Kadin Pusat Kritik Voting dan Ingatkan Persatuan

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Palu Sulawesi Tengah— Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah berlangsung panas hingga detik-detik akhir penghitungan suara. Proses pemilihan Ketua Umum Kadin Sulteng periode 2026–2031 bahkan sempat memunculkan ketegangan saat perhitungan poting di ruang sidang.

Pantauan di lokasi, suasana memanas ketika proses voting berlangsung di salah satu hotel Gren Syah di Kota Palu, Rabu, 20/05/2026. Ketegangan terlihat saat layar monitor penghitungan suara mendadak tidak menampilkan hasil sementara ketika perolehan suara menunjukkan Gufron unggul tipis 28 suara atas rivalnya, Endy Hermawan, yang memperoleh 27 suara.

Setelah tayangan monitor berhenti, panitia melanjutkan proses penghitungan secara manual. Hasil akhir menetapkan Gufron sebagai Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah terpilih dengan raihan 30 suara, unggul tiga suara atas Endy yang memperoleh 27 suara.

Forum tersebut turut dihadiri pengurus Kadin Pusat, pelaku usaha, serta sejumlah pejabat daerah di Sulawesi Tengah.

Di tengah dinamika pemilihan yang berlangsung ketat, Wakil Ketua Umum Kadin Pusat, Aziz Samsudin, menyampaikan pesan keras mengenai pentingnya menjaga persatuan organisasi. Dalam sambutannya, Aziz secara terbuka mengaku kurang sepakat dengan mekanisme voting. pemilihan dengan cara voting itu jalan paling buruk, dalam pemilihan Ketua Umum Kadin Sulteng

“Saya sudah lama berorganisasi. Menurut saya, pemilihan dengan cara voting itu jalan paling buruk. Jalan terbaik adalah musyawarah mufakat,” kata Aziz di hadapan peserta Musprov.

Menurut Aziz, tradisi musyawarah merupakan nilai dasar yang telah lama menjadi fondasi kehidupan berbangsa di Indonesia. Ia menilai kompetisi melalui voting berpotensi melahirkan sekat dan polarisasi di internal organisasi apabila tidak disikapi secara dewasa.

“Kalau dari dulu bangsa ini hanya mengedepankan voting, mungkin Indonesia tidak akan seperti sekarang. Saya orang Jawa, tapi saya menghargai bagaimana anak-anak muda dari berbagai latar belakang bisa bersatu,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketika Lingkaran Mengecil, Hatiku Justru Pulang

Aziz juga menyinggung semangat Sumpah Pemuda sebagai contoh lahirnya kesepakatan nasional yang dibangun melalui persatuan, bukan dominasi kelompok tertentu.

“Bukan anak pengusaha besar, bukan anak raja, tetapi mereka bisa bersepakat menjalankan Sumpah Pemuda, satu bahasa Indonesia,” kata dia.

Ia kemudian meminta seluruh kandidat dan pendukung menerima hasil Musprov secara dewasa. Aziz mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di tubuh Kadin Sulteng.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bang Nur, Bang Endy, dan Bang Gufron. Jangan sampai hasil voting tadi membuat sekat-sekat perbedaan,” ujarnya.

Aziz menegaskan Kadin bukan milik individu ataupun kelompok tertentu, melainkan rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha.

“Kadin ini bukan milik ketua, tetapi milik seluruh anggota Kadin,” kata dia. (TIM)

Share :

Baca Juga

Buol

Kades Mulat Membantah Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Sebesar Rp 110 Juta

Buol

Baru Dilantik Tiga Kadis Buol Siap Bergerak 

Palu

PUPR Sulteng Gelontorkan Rp72 Miliar untuk Rekonstruksi Jalan dan Jembatan Kokobuka–Lomuli

Sulteng

Proyek Jalan Trans Sulawesi Rp32,6 Miliar di Tolitoli Dikebut, Progres Pengaspalan Capai 50 Persen

Buol

Dana Desa Sudah Cair, Kepala Desa Tak Pegang Kontrak, Siapa Sesungguhnya yang Mengendalikan Proyek?

Sulteng

PJN sulteng Rampungkan Pembangunan Dinding Penahan Longsoran

Morowali

Debu Batu Bara Kepung Permukiman Fatufia, DPRD Morowali Desak Perusahaan dan Pemda Bertindak

Buol

Pokir Anggota DPR RI 7,2 M DAK 2024 Diduga Berbau Korupsi Pada Dinas Pertanian Buol
error: Konten ini dilindungi hak cipta!