TINOMBALA.COM, Jakarta — Di tengah tantangan perlambatan ekonomi dan tingginya angka kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Buol mulai mencari sumber-sumber pembiayaan baru untuk menggerakkan sektor produktif masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjajaki kemitraan strategis dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Upaya itu ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Buol yang didampingi Direktur Utama Perumda Berkah Buol, Ahmad Andi Makka, serta Kepala Bidang Penataan Ruang dan Perkotaan Dinas PUPR Buol, Rusly, S.Hut, ke kantor PIP di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PIP, Ismed Saputra. Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut membahas peluang kerja sama pembiayaan yang dapat diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah, khususnya sektor usaha masyarakat dan pengembangan potensi unggulan Buol.
Dalam pertemuan itu, Bupati menegaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi daerah adalah terbatasnya akses pembiayaan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha produktif. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus pengurangan angka kemiskinan.
“Kami ingin masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan produktif. Karena itu, kami berharap dapat membangun kemitraan jangka panjang dengan PIP agar pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari Direktur Utama PIP, Ismed Saputra. Menurutnya, Buol memiliki sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan melalui berbagai skema pembiayaan yang disiapkan pemerintah pusat.
Ismed menjelaskan bahwa PIP membuka peluang dukungan bagi daerah yang mampu memetakan potensi ekonominya secara jelas dan terukur. Beberapa sektor yang dinilai memiliki prospek besar antara lain pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Namun, dukungan tersebut tidak datang begitu saja. Pemerintah daerah diminta menyiapkan pemetaan potensi yang komprehensif agar bentuk pembiayaan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan final terkait bentuk pembiayaan yang akan diberikan. Meski demikian, kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan dalam forum yang lebih teknis dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam pertemuan lanjutan nanti, pemerintah daerah akan mempresentasikan data dan potensi sektor-sektor prioritas yang dinilai layak memperoleh dukungan pembiayaan dari PIP.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buol, langkah ini bukan sekadar kunjungan seremonial ke ibu kota. Di tengah kebutuhan daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha baru, dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat dapat menjadi instrumen penting untuk menggerakkan sektor-sektor produktif yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut hasil pertemuan tersebut. Jika pembahasan berujung pada program konkret, bukan tidak mungkin langkah yang dimulai dari sebuah ruang rapat di Kementerian Keuangan itu akan menjadi titik awal perubahan arah ekonomi Buol dalam beberapa tahun ke depan. (TB)

















