Breaking News

Home / Jabodetabek / Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Sembako Murah di Kemayoran: Kolaborasi Pemkot dan Kadin Redam Tekanan Harga Ramadan

Foto Istimewa PPK.1.3 BPJN

Foto Istimewa PPK.1.3 BPJN

Tinombala.com, Jakarta — Antrean warga mengular sejak pagi di RPTRA Harapan Mulya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 17/03/2026. Di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri, ratusan warga tampak sabar menunggu giliran menebus paket sembako bersubsidi. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, sebuah upaya meredam tekanan ekonomi yang saban tahun menghantui masyarakat kelas bawah.

Di lokasi, paket sembako yang semula bernilai Rp180 ribu dijual hanya Rp100 ribu. Selisih harga itu ditanggung Kadin DKI Jakarta sebagai bentuk subsidi dunia usaha. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, gula, daging, dan kentang beku, komoditas yang kerap mengalami kenaikan signifikan menjelang hari raya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat, Suprayogie, membuka kegiatan tersebut. Ia menyebut Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah tekanan ekonomi. “Kolaborasi seperti ini penting untuk menjaga stabilitas dan meringankan beban masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.

Pemerintah kota, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan dunia usaha menjadi kunci untuk memastikan intervensi pasar berjalan efektif. Dalam konteks ini, program tebus sembako murah menjadi salah satu instrumen jangka pendek untuk menjaga daya beli warga, khususnya kelompok rentan.

Wakil Ketua Bidang Perindustrian dan UMKM Kadin DKI Jakarta, Irwandi, mengatakan pihaknya menyiapkan 1.500 paket sembako untuk dua kecamatan di Jakarta Pusat, yakni Kemayoran dan Johar Baru. Secara keseluruhan, ribuan paket serupa juga disalurkan ke lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta.

Baca Juga:  Drone Mengudara di Sawah Buol, Ujian Nyata Swasembada Pangan

“Kami memberikan subsidi Rp80 ribu per paket. Ini bagian dari kontribusi dunia usaha untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok,” kata Irwandi.

Bagi warga, program ini bukan sekadar simbol kepedulian. Imron, 47 tahun, warga Harapan Mulya, mengaku terbantu dengan adanya sembako murah. Ia menyebut harga kebutuhan pokok dalam beberapa pekan terakhir terus merangkak naik. “Kalau tidak ada program seperti ini, pengeluaran pasti lebih berat,” ujarnya.

Fenomena kenaikan harga menjelang Idulfitri memang bukan hal baru. Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi, tekanan itu terasa lebih berat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program subsidi seperti ini, meski bersifat temporer, setidaknya memberi ruang napas bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Di RPTRA Harapan Mulya hari itu, semangat gotong royong tampak nyata. Pemerintah dan dunia usaha bertemu dalam satu kepentingan: menjaga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau. Bagi warga, itu berarti satu hal sederhana—bisa menyambut hari raya dengan sedikit lebih tenang.

Pewarta : Denny
Editor: Linda Fang

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketum Persatuan Wartawan Republik Indonesia Mengajak Para Jurnalis, Khususnya Anggota PWRI Untuk Tetap Kritis Dalam Menulis

Nasional

Cara Mudah Ketahui Kayu Berasal Dari Ilegal Logging

Nasional

SMSI Tunggu Rapimnas Tentukan Sikap atas Klausul Perjanjian Dagang RI–AS

Jabodetabek

Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Bahas Kesiapan Idulfitri 1447 H

Nasional

Trotoar Yang Direbut Lapak, Tanah Abang Kembali Ditertibkan

Nasional

Dari Pembinaan Masyarakat ke Intelijen Keamanan: Jejak Pengabdian Kombes Atot Irawan

Nasional

Arab Saudi Tetapkan Idulfitri 2026 Jatuh Jumat 20 Maret

Nasional

Memperkuat ASN, Mendorong Transformasi Birokrasi Buol