Breaking News

Home / Nasional

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:59 WIB

Dari Pembinaan Masyarakat ke Intelijen Keamanan: Jejak Pengabdian Kombes Atot Irawan

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Banten – Dalam dinamika organisasi Polri, rotasi jabatan bukan sekadar formalitas struktural. Ia adalah ruang pembelajaran, ujian kepemimpinan, sekaligus proses pendewasaan dalam memahami kompleksitas sosial di berbagai wilayah. Tidak semua perwira memiliki kesempatan menapaki lintasan tugas yang beragam dan strategis. Namun bagi Kombes Pol Atot Irawan, S.I.K., M.M., pengabdian justru ditempa melalui perpindahan lintas fungsi dan lintas daerah yang membentuk perspektif kepemimpinan secara utuh.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Banten, ia pernah mengemban amanah sebagai Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Banten. Posisi ini menuntut kemampuan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, merawat kepercayaan publik, serta menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan preventif dan humanis. Di fase tersebut, kemitraan Polri dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Perjalanan kariernya berlanjut ke wilayah Sulawesi Tengah. Di Kota Palu, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulteng. Tantangan geografis, kepadatan arus kendaraan, serta dinamika sosial masyarakat menjadi medan pengabdian berikutnya. Penataan lalu lintas, peningkatan keselamatan berkendara, hingga penguatan pelayanan publik menjadi fokus kerja yang menuntut ketegasan sekaligus sensitivitas sosial.

Dengan pengalaman struktural dan lapangan yang semakin matang, ia kemudian kembali ke Banten untuk mengemban jabatan Dirintelkam Polda Banten. Peran ini menempatkannya pada posisi strategis dalam melakukan deteksi dini potensi gangguan keamanan, menjaga stabilitas wilayah, serta mengawal dinamika sosial dan politik daerah dengan pendekatan yang terukur.

Momen HPN 2026: Ketika Polisi dan Pers Duduk Semeja

Pendekatan komunikatif itu kembali terlihat dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, pada 7–9 Februari 2026. Di sela rangkaian kegiatan nasional tersebut, ia menyempatkan diri menyambangi rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulteng –  Kabupaten Buol Tolitoli

Baca Juga:  Kejar Target 326 Hari, Proyek Preservasi Jalan Nasional Lingadan–Pinjan Binontoan Buol Dikebut

Pertemuan berlangsung di salah satu hotel di Kota Serang dalam suasana santai dan penuh keakraban. Rombongan PWI Buol–Tolitoli dipimpin langsung Ketua PWI Buol–Tolitoli, Syahrul, SH, bersama jajaran pengurus dan anggota.

Usai seremonial puncak HPN yang dipusatkan di Lapangan Basket KP3B Pemprov Banten, Senin (9/2/2026), Syahrul menyampaikan apresiasi atas keterbukaan komunikasi yang dibangun kepolisian.

“Kami sangat mengapresiasi sikap terbuka dan humanis pimpinan kepolisian. Ini menunjukkan bahwa Polri dan pers dapat berjalan seiring sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas, demokrasi, dan kepercayaan publik,” tegas Syahrul.

Menurutnya, pertemuan seperti itu bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang dialog yang penting untuk menyamakan persepsi antara pers dan kepolisian. Terutama dalam menghadapi tantangan era digital—arus informasi yang begitu cepat, ancaman hoaks, hingga disinformasi yang dapat memicu kegaduhan sosial.

Diskusi mengalir dalam nuansa kekeluargaan. Isu-isu yang dibahas pun mencakup peran pers dalam menjaga keseimbangan informasi publik, pentingnya komunikasi institusional yang transparan, serta komitmen bersama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Sinergi sebagai Keniscayaan
Perjalanan dari Dirbinmas, Dirlantas, hingga Dirintelkam bukan sekadar catatan jabatan. Ia menjadi cermin pola kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan responsif terhadap perubahan zaman. Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, pendekatan dialogis dan kolaboratif menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

Momentum HPN 2026 di Kota Serang pun menjadi penegas bahwa sinergi antara Polri dan insan pers merupakan keniscayaan dalam menjaga demokrasi, stabilitas, serta integritas informasi publik.

Di era keterbukaan, ketika kecepatan informasi sering kali melampaui verifikasi, kemitraan yang sehat antara aparat penegak hukum dan pers menjadi pondasi penting bagi terciptanya ruang publik yang aman, informatif, dan berkeadaban. (TB)

Share :

Baca Juga

Nasional

21 Aktivis di Kursi Tuntutan, Bayang-bayang 10 Bulan Penjara Dari Aksi Agustus 2025

Nasional

Diduga Lecehkan Al-Qur’an, Oknum Kepala Desa Timbulon Dilaporkan Ke-Polisi

Nasional

PWI–Kemenhan Gelar Retret, Bahas Peran Pers dan Ketahanan Informasi

Nasional

Ribuan Wartawan Ramaikan Jalan Sehat HPN 2026 di Banten

Jabodetabek

Sampah di Kolong Tol Joglo Diangkut, Pemantauan Diperketat

Jabodetabek

Sembako Murah di Kemayoran: Kolaborasi Pemkot dan Kadin Redam Tekanan Harga Ramadan

Nasional

Ryan Nathaniel Kwendy Ketua DPRD Buol, Hadiri Peringatan Hardiknas 2025

Nasional

Mengurangi Ketergantungan Energi Fosil, QMB – HYNC Pelopori Inovasi Transisi Energi Dalam Kawasan IMIP