Breaking News

Home / Buol / Sulteng

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:33 WIB

Bupati Buol Turun Langsung: Pejabat Diminta Jadi “Orang Tua Asuh” Anak Stunting

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Buol Sulteng — Di sebuah ruang rapat yang tak terlalu besar di Kantor Bupati Buol, Selasa, 3/03/2026, agenda itu digelar dengan nada berbeda. Tak sekadar laporan angka dan presentasi program, tetapi penegasan sikap. Risharyudi Triwibowo memimpin langsung Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting, didampingi Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buol. Pesan yang disampaikan lugas pejabat tak cukup hanya mengoordinasikan, mereka harus terlibat secara personal.

Rapat yang menghadirkan seluruh kepala dinas dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Buol itu berfokus pada evaluasi capaian sekaligus pembenahan strategi. Pemerintah daerah menilai, meski intervensi telah berjalan, percepatan penurunan angka stunting membutuhkan pendekatan yang lebih menyentuh langsung keluarga sasaran.

Dalam arahannya, Risharyudi menekankan bahwa penanganan stunting bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan misi kemanusiaan. Ia menginstruksikan para pejabat dan tim terkait untuk menjadi “Orang Tua Asuh” bagi anak-anak penderita stunting di wilayah masing-masing. “Bukan hanya rapat dan laporan. Saya minta ada keterlibatan nyata. Jadilah orang tua asuh, pantau langsung perkembangan anak-anak itu,” ujarnya.

Konsep orang tua asuh ini diharapkan mengubah pola intervensi dari sekadar program berbasis anggaran menjadi pendampingan berbasis tanggung jawab personal. Dengan skema tersebut, pejabat yang ditunjuk tidak hanya memastikan bantuan gizi tambahan tersalurkan, tetapi juga memonitor asupan makanan, pemeriksaan kesehatan, hingga kondisi sanitasi keluarga.

Baca Juga:  Bupati Buol Luncurkan PAUD Challenge, Wujudkan Generasi Emas Kabupaten Buol

Rapat juga membedah persoalan klasik yang kerap menghambat efektivitas program: validitas data. Sinkronisasi data balita stunting di seluruh kecamatan menjadi prioritas, agar intervensi tidak salah sasaran. Pemerintah daerah menargetkan pemutakhiran data dilakukan secara berkala dengan melibatkan puskesmas, kader posyandu, dan pemerintah desa.

Selain itu, intervensi spesifik seperti penyaluran makanan tambahan bergizi, peningkatan akses air bersih, serta edukasi pola asuh menjadi bagian dari strategi terpadu. Sekretaris Daerah diberi mandat mengoordinasikan efektivitas penggunaan anggaran lintas dinas, guna memastikan tidak terjadi tumpang tindih program maupun ego sektoral.

Langkah ini selaras dengan agenda nasional percepatan penurunan stunting yang menempatkan pemerintah daerah sebagai ujung tombak pelaksanaan. Di tingkat lokal, keberhasilan program kerap ditentukan oleh konsistensi pengawasan dan kedekatan aparatur dengan masyarakat.

Dengan komitmen baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol menyatakan optimistis target penurunan angka stunting tahun 2026 dapat tercapai. Namun, sebagaimana diingatkan dalam rapat itu, keberhasilan tak hanya diukur dari persentase statistik, melainkan dari perubahan nyata pada kualitas hidup anak-anak yang hari ini masih berjuang tumbuh sehat.

Pewarta : Reiyna
Editor : Linda Fang

Share :

Baca Juga

Buol

Sunat Massal di Biau, Negara Datang Tanpa Seremoni

Touna

Jadi Irup Pada Upacara Hari Kesadaran Nasional, Ini Pesan Wakapolres Touna

Touna

Penggeledahan Insidentil Blok Hunian WBP, Ini Temuan Lapas Ampana

Sulteng

“Kampus Patriot: Lahirnya SDM Unggul untuk Ekonomi Sigi yang Maju!”

Buol

Wakil Ketua Komisi I DPRD Buol Kehilangan, Kades Rantemaranu Berpulang Kerahmatullah

Daerah

Dari Penganiayaan ke Sabu dan Angka Puluhan Juta

Buol

Himbauan Kapolres Buol Jelang Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Buol

Lapas Kelas III Leok Tingkatkan Keamanan dengan Kontrol Keliling Intensif