TINOMBALA.COM, Sigi Sulawesi Tengah — Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, bersama Ketua DPRD Kabupaten Sigi melakukan kunjungan silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Pipikoro di Desa Peana, belum lama ini. Pertemuan itu dimanfaatkan warga Dusun II untuk menyampaikan sejumlah persoalan mendesak, mulai dari pemekaran desa hingga akses infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kendala utama wilayah pegunungan tersebut.
Dalam dialog bersama warga, Rizal menjelaskan bahwa pemekaran desa di Kecamatan Pipikoro pernah dilakukan pada 2015. Saat itu, jumlah desa bertambah dari 13 menjadi 19 desa setelah adanya izin dari Kementerian Dalam Negeri untuk daerah terpencil demi memperpendek rentang pelayanan pemerintahan.
“Untuk sekarang belum bisa dilakukan karena masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Tetapi kami tetap berupaya, apalagi alasan pelayanan di wilayah yang jaraknya berjauhan sangat kuat,” kata Rizal di hadapan warga.
Ia mengaku memahami kondisi Pipikoro karena telah lama berada dalam sistem pemerintahan Kabupaten Sigi sejak daerah itu terbentuk. Salah satu perhatian utama pemerintah daerah, menurut dia, ialah membuka keterisolasian kawasan pegunungan melalui pembangunan jalan penghubung antardesa.
Rizal mengatakan pemerintah daerah tengah mengupayakan pembukaan jalur Gimpu–Peana hingga Kalamanta agar dapat tembus pada masa kepemimpinannya. Selain itu, ruas Lembantongoa–Sausu disebut sudah dalam tahap pengerjaan.
“Kalau jalan itu selesai, masyarakat bisa langsung menuju Sausu, kemudian tembus ke Palolo. Sekarang juga ada pembukaan jalan melalui kerja sama pemerintah provinsi dan program Tentara Manunggal Membangun Desa,” ujarnya.
Pertemuan berlangsung sederhana namun berlangsung khidmat. Sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga Dusun II Desa Peana tampak hadir mengikuti dialog bersama pemerintah daerah. Antusiasme warga terlihat saat menyampaikan harapan agar pembangunan di wilayah pegunungan dapat dipercepat.
Pada kesempatan itu, Rizal juga mengungkapkan rencana masuknya investasi sektor perkebunan dan peternakan di Kecamatan Pipikoro. Investasi tersebut, kata dia, berasal dari pengusaha Hashim Sujono Djojohadikusumo yang disebut telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah daerah dan kini menunggu hasil penelitian dari Universitas Tadulako.
Menurut Rizal, investasi tersebut diarahkan tetap ramah lingkungan dan sejalan dengan upaya menjaga kelestarian alam di kawasan Pipikoro. Pemerintah daerah juga berjanji memberikan bantuan alat pertanian berupa hand tractor serta memprioritaskan pengembangan sektor pertanian masyarakat.
Di akhir kegiatan, Camat Pipikoro, Wessy, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Sigi bersama rombongan, termasuk Ketua DPRD dan anggota DPRD dari daerah pemilihan III, Smart S.Pd. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap wilayah Pipikoro terus berlanjut, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan pelayanan masyarakat. (HB)







