Breaking News

Home / Daerah / Sulteng / Tolitoli

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:52 WIB

Setelah Rumah Ambruk Diterjang Ombak, Proyek Rp1,9 Miliar Ini Akhirnya Dibangun

Foto Istimewa Aco Amir-TB

Foto Istimewa Aco Amir-TB

TINOMBALA.COM, Tolitoli Sulawesi Tengah – Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasang batu gajah di sejumlah titik pesisir Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, untuk melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi dan gelombang pasang.

Langkah tersebut dilakukan setelah bencana gelombang besar yang terjadi beberapa waktu lalu merusak sejumlah rumah warga di Dusun Tubele. Beberapa bangunan yang berdiri di bibir pantai dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga memaksa penghuninya mengungsi sementara demi keselamatan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tolitoli, Alamsyah, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang mengeluhkan tingginya ancaman abrasi saat air laut pasang.

“Benar, beberapa waktu lalu terjadi gelombang besar yang naik hingga ke daratan. Sejumlah rumah warga terdampak dan mengalami kerusakan berat. Karena itu masyarakat mengajukan permohonan agar segera dibangun penahan abrasi pantai,” kata Alamsyah saat ditemui di ruang kerjanya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tolitoli mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.912.194.000 pada Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan pelindung pantai berupa pasangan batu gajah di wilayah pesisir Desa Kalangkangan.

Menurut Alamsyah, penggunaan batu gajah dinilai efektif untuk meredam energi gelombang dan mencegah terjadinya pengikisan pantai yang dapat mengancam permukiman warga.

“Pemasangan batu gajah dilakukan di dua lokasi. Total panjang pekerjaan sekitar 300 meter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila ditemukan batu berukuran lebih kecil di sela-sela konstruksi, batu tersebut berfungsi sebagai pengikat agar tidak terdapat rongga di antara batu gajah yang dapat mengurangi kekuatan struktur penahan ombak.

Pembangunan penahan abrasi tersebut kini telah selesai dikerjakan. Warga yang bermukim di kawasan pesisir mengaku lebih tenang menghadapi musim gelombang tinggi maupun saat air laut pasang.

Baca Juga:  Program Jembatan Garuda Masuk Tolitoli, Warga Lampasio Sambut Pembangunan Akses Penghubung

Dengan selesainya proyek senilai hampir Rp2 miliar itu, ancaman abrasi yang selama ini menghantui warga Dusun Tubele diharapkan dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keberlangsungan permukiman masyarakat yang berada di sepanjang garis pantai Desa Kalangkangan. (Aco)

Editor : Linda Fang 

Share :

Baca Juga

Sulteng

Viral Anggota DPRD Tolitoli Akhir Bulan Liburan Ke – Klub Malam

Buol

Optimalkan Pelayanan Masyarakat: Dukcapil Buol Laksanakan Inovasi Pelari Cepat

Buol

PWI Peduli Menyasar Warga Miskin Ekstrem Buol

Hukum & Kriminal

Antrean Solar Subsidi di Tolitoli Disisir Polisi, Pelansir Jadi Sasaran

Buol

Bupati Buol Hadiri Malam Nuzulul Qur’an Bertempat Di Mesjid Tawakal

Buol

Polsek Paleleh Berqurban, Bagikan Langsung Daging Qurban Kerumah Warga

Palu

PKK Sulawesi Tengah Bersinergi Wujudkan Keluarga Sejahtera dan Indonesia Emas 2045

Buol

Rp13,3 Miliar Dana BPKAD Buol Diselidiki, Kejaksaan Mulai Bongkar Satu per Satu Item Anggaran
error: Konten ini dilindungi hak cipta!