TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Rabu, 15/04/2026 Kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat, ke Kejaksaan Negeri Buol pada Rabu, 15/04/2026 menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Di balik pengarahan dan peresmian fasilitas, terselip momen peralihan kepemimpinan di tubuh Adhyaksa, masa jabatannya resmi berakhir per 13 April 2026.
Dalam kunjungan yang didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Ny. Mila Rahmat serta jajaran Asisten Intelijen itu, Nuzul menyampaikan apresiasi atas sambutan jajaran Kejari Buol. Namun ia segera mengarahkan fokus pada hal yang lebih mendasar, integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum.
Di hadapan pegawai, ia menegaskan bahwa tantangan penegakan hukum ke depan semakin kompleks dan menuntut respons cepat, tepat, serta akuntabel. Kepercayaan publik, kata dia, menjadi taruhan utama. “Integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas harus menjadi pijakan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta sinergi dengan aparat penegak hukum lain, pemerintah daerah, dan masyarakat. Transparansi, menurutnya, bukan sekadar formalitas, melainkan kunci menjaga legitimasi institusi.

N Rahmat Kejati Sulteng lakukan Penandatanganan prasasti gedung Kejaksaan Buol
Kunjungan tersebut ditutup dengan peresmian Mes Adhyaksa yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Buol tahun 2025, ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Namun, kunjungan ini sekaligus menjadi penanda akhir masa pengabdiannya di Kejati Sulawesi Tengah. Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 488 Tahun 2026 tertanggal 13 April 2026, terjadi perombakan besar di tubuh Kejaksaan Agung, termasuk pergantian 14 Kepala Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari mutasi tersebut, posisi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah kini resmi diemban oleh Zullikar Tanjung, yang menggantikan Nuzul Rahmat. Pergantian ini menutup masa jabatan Nuzul yang sebelumnya aktif hingga Maret 2026, sekaligus membuka babak baru kepemimpinan di Kejati Sulteng.
Dengan demikian, kunjungan ke Buol tak hanya menjadi forum evaluasi dan penguatan internal, tetapi juga semacam penutup simbolik bagi kepemimpinan Nuzul Rahmat, meninggalkan pesan tentang integritas, di saat tongkat estafet kepemimpinan beralih ke tangan yang baru.
Pewarta: Reiyna
Editor: Minhar

















