Jembatan Tonggolobibi yang terdampak banjir dibangun kembali dengan anggaran Rp6,5 miliar. Pekerjaan sudah berjalan sejak Juni 2026, namun hingga kini progresnya baru mencapai 40 persen.
TINOMBALA.COM, Donggala Sulteng — Jembatan itu di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat. Kondisi jembatan sebelumnya disebut memprihatinkan setelah terdampak banjir dan dinilai berisiko bagi pengguna.
Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Sulawesi Tengah kini memantau pembangunan jembatan baru tersebut. CV Bangkit Perdana menjadi kontraktor pelaksana proyek.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 PJN Sulteng, Agus Tatang, mengatakan pekerjaan saat ini masih berada pada tahap pembangunan pondasi. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan tiang sebagai persiapan pengecoran jembatan.
“Sekarang baru sampai pada pembuatan pondasi dan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tiang untuk persiapan pengecoran jembatan,” kata Agus.
Jembatan baru itu dirancang memiliki bentang 96 meter dan lebar 6,5 meter. Pembangunan ditujukan untuk memulihkan konektivitas wilayah dan menjamin kelancaran mobilitas warga setelah akses sebelumnya terdampak banjir.
Proyek bersumber dari APBN 2026 dengan nilai sekitar Rp6,5 miliar. Pekerjaan dimulai Juni dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Dengan sisa waktu pelaksanaan hingga Desember, perhatian kini tertuju pada progres pembangunan di lapangan dan penyelesaian jembatan sesuai target. BPJN Sulteng menyatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar.
Kepala BPJN Sulteng Bambang Razak bersama Kepala Satker Wilayah 1.4 PJN Sulteng Lambang Puspito dan PPK 1.4 Agus Tatang telah meninjau lokasi pembangunan.
BPJN juga berharap masyarakat mendukung proses pekerjaan hingga jembatan baru tersebut dapat digunakan kembali. (AA)





















