Breaking News

Home / Nasional

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:46 WIB

Jejak Terakhir PK-THT di Punggung Bulusaraung

Serpihan Pertama di Tengah Kabut
Sekitar 07.17 WITA, laporan krusial masuk. Kru AI-7301 melihat indikasi serpihan pesawat berwarna putih di kawasan Bukit Bulusaraung

Serpihan Pertama di Tengah Kabut Sekitar 07.17 WITA, laporan krusial masuk. Kru AI-7301 melihat indikasi serpihan pesawat berwarna putih di kawasan Bukit Bulusaraung

Tinombala.Com, Sulsel – Kabut pagi belum sepenuhnya terangkat ketika deru mesin pesawat memecah sunyi langit Sulawesi Selatan. Minggu, (18/01/2026), tepat pukul 06.47 WITA, pesawat patroli AI-7301 lepas landas dari Lanud Hasanuddin.

Di darat, puluhan personel SAR bersiap menyusuri jalur terjal pegunungan. Fokus mereka satu adalah Bukit Bulusaraung – titik terakhir yang terekam dalam radar sebelum pesawat PK-THT menghilang.

Hari itu, Bulusaraung bukan sekadar bentang alam karst yang indah. Ia berubah menjadi medan operasi penyelamatan paling krusial, tempat harapan dan kecemasan bertemu.

Fokus Pencarian Mengarah ke Pegunungan

Operasi SAR dimulai sejak dini hari Minggu (18/01/2026) Pada pukul 05.30 WITA, seluruh unsur gabungan – TNI AU, Basarnas, kepolisian, relawan, dan pemerintah daerah – menggelar apel serta briefing terpadu di Baseops Lanud Hasanuddin.

Berdasarkan analisis data penerbangan dan jejak radar, wilayah pegunungan Bulusaraung dipastikan sebagai sektor prioritas.

Dua unsur udara diturunkan. Selain pesawat AI-7301, helikopter H-2213 menyusul pada pukul 07.07 WITA, menyisir jalur yang sama dari udara dengan ketinggian rendah. Dari kokpit, awak pesawat menyapu kontur bukit, lembah curam, dan punggung karst yang dikenal ekstrem.

Serpihan Pertama di Tengah Kabut

Sekitar 07.17 WITA, laporan krusial masuk. Kru AI-7301 melihat indikasi serpihan pesawat berwarna putih di kawasan Bukit Bulusaraung. Temuan itu segera diperkuat dengan pengiriman koordinat S 04°55’46” E 119°44’51” sembilan menit kemudian.

Helikopter H-2213 langsung berbelok, mendekati titik tersebut. Tak lama berselang, pada 07.33 WITA, pesawat patroli kembali melaporkan serpihan lain yang diduga bagian jendela pesawat di sisi utara puncak.

Dua menit kemudian, laporan itu dikonfirmasi secara visual dari helikopter. Potongan-potongan itu menjadi jawaban pertama atas pencarian panjang – namun juga membuka babak yang lebih berat.

Baca Juga:  Trotoar Yang Direbut Lapak, Tanah Abang Kembali Ditertibkan

Perjuangan Tim Darat

Sementara itu, tim SAR darat bergerak melalui jalur pendakian yang sempit dan licin. Medan Bulusaraung terkenal dengan lereng terjal, bebatuan karst tajam, serta vegetasi rapat. Pada 08.02 WITA, tim darat menemukan serpihan pesawat berukuran besar, memperkuat dugaan bahwa titik jatuh utama berada tidak jauh dari sana.

Namun, kondisi alam kembali menjadi penghalang. Angin di lokasi tercatat 20 hingga 22 knot, terlalu berisiko untuk manuver evakuasi udara. Helikopter hanya bisa berputar, mencari celah aman di antara kontur bukit yang tidak ramah.

Titik Balik Operasi

Pukul 08.09 WITA menjadi momen penentu. Tim SAR darat akhirnya menemukan badan pesawat PK-THT di kawasan Bukit Bulusaraung. Penemuan ini menandai berakhirnya fase pencarian utama, sekaligus dimulainya fase paling sensitif. Identifikasi dan evakuasi. Hingga berita ini terbit, proses identifikasi di lokasi masih berlangsung.

Helikopter terus berupaya menemukan titik pendaratan terdekat yang memungkinkan penurunan personel tambahan, sambil mempertimbangkan keselamatan kru dan tim di darat.
Medan, Cuaca, dan Keselamatan
Bulusaraung kembali menunjukkan karakternya, indah sekaligus berbahaya.

Medan, Cuaca, dan Keselamatan

Cuaca yang cepat berubah, kabut tebal, serta hembusan angin kuat memaksa seluruh unsur SAR bekerja dengan kehati-hatian tinggi. Setiap keputusan diambil dengan prinsip utama—tidak menambah korban dalam operasi penyelamatan.

Operasi SAR gabungan masih berlanjut. Di punggung karst Bulusaraung, upaya kemanusiaan itu terus berjalan, membawa harapan di tengah ketidakpastian, sembari menunggu kepastian penuh dari proses identifikasi yang sedang berlangsung. *** (Baharudin)

Share :

Baca Juga

Nasional

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Marisa Pohuwato Semakin Menjamur Kebal Hukum

Nasional

PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi, Siap Gelar HPN 2026 Banten

Jabodetabek

Data Real Time Jadi Andalan, Pemkot Jakarta Barat Perkuat Strategi Pengentasan Kemiskinan

Nasional

Eksploitasi Secara Berlebihan, Membawa Dampak Sosial Dan Ekonomi

Jabodetabek

Revitalisasi Polder Kamal, Menata Ulang Aliran Air di Pesisir Barat Jakarta

Nasional

Dari Pembinaan Masyarakat ke Intelijen Keamanan: Jejak Pengabdian Kombes Atot Irawan

Jabodetabek

Pawai Ogoh-Ogoh Guyur Hujan, Jakarta Rayakan Nyepi

Jabodetabek

Mudik Gratis dari Monas: Antara Keselamatan, Kuota, dan Janji Fasilitas di Ibu Kota