Tinombala.com, Jakarta — Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar destinasi wisata religi ke lima masjid bersejarah pada Kamis, 26/02/ 2026. Kegiatan ini diikuti 55 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan karang taruna bidang rohis. Sebagian besar peserta berasal dari luar Jakarta dan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran sejarah dan keagamaan.
Kepala Sudin Parekraf Jakarta Pusat, Shinta Nindyawati, mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah kampus agar mahasiswa dapat mengenal lebih dekat sejarah ibu kota, khususnya wilayah Jakarta Pusat. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya UIN Hidayatullah, Uhamka, Muhammadiyah, Gunadarma Depok, Trisakti, dan UNJ.
Rangkaian kunjungan dimulai dari Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara yang menjadi simbol toleransi dan kemerdekaan Indonesia. Peserta kemudian diajak mengunjungi Masjid Cut Meutia, Masjid Cut Nyak Dien, serta Masjid Al Makmur yang memiliki nilai historis dan arsitektur khas.
Perjalanan berakhir di Masjid Riyadh. Di lokasi ini, para peserta melakukan ziarah ke makam Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi atau yang dikenal sebagai Habib Ali Kwitang. Makam ulama kharismatik tersebut berada di kompleks masjid dan menjadi salah satu tujuan ziarah religi di Jakarta.
Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, peserta diberi tugas membuat konten kreatif untuk diunggah ke media sosial masing-masing. Kegiatan ditutup dengan ceramah dan buka puasa bersama di salah satu restoran di kawasan Menteng, sebagai penegasan bahwa wisata religi tak hanya soal perjalanan fisik, tetapi juga refleksi dan penguatan nilai spiritual generasi muda. (Dny)

















