Breaking News

Home / Jabodetabek / Nasional

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:15 WIB

Revitalisasi Polder Kamal, Menata Ulang Aliran Air di Pesisir Barat Jakarta

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Jakarta — Ruang Wijaya Kusuma di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa siang, 10/03/2026, dipenuhi para pejabat pemerintah daerah dan perwakilan kontraktor. Di ruang itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memaparkan rencana besar, revitalisasi dan penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Polder Kamal Tahap I, sebuah proyek yang ditujukan untuk meredam banjir sekaligus rob di wilayah pesisir Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Rapat sosialisasi dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Jakarta Barat, Imran Syahrin. Hadir pula Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Chiko Tricanescoro, serta sejumlah perangkat daerah, lurah dari wilayah terdampak, hingga perwakilan kontraktor pelaksana.

Bagi pemerintah provinsi, proyek ini bukan sekadar penataan sungai. Ia merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan pesisir yang selama ini rentan terhadap genangan air hujan yang bertemu dengan pasang air laut.

“Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA melakukan revitalisasi dan penataan DAS Polder Kamal Tahap I sebagai proyek strategis pengendalian banjir dan rob di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat,” kata Imran dalam forum tersebut.

Proyek ini akan menyasar bantaran Kali Semonggol sepanjang sekitar tiga kilometer. Area yang ditata membentang dari perbatasan Kali Kamal di Jakarta Utara hingga kawasan belakang Rusunawa Tegal Alur di Jakarta Barat.

Pekerjaan dijadwalkan dimulai pada 2026 dengan masa pelaksanaan sekitar 720 hari atau hampir dua tahun.
Pelaksana proyek adalah konsorsium Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Jaya Semanggi Enjiniring (JSE). Keduanya akan menangani berbagai pekerjaan infrastruktur air, mulai dari penguatan struktur sungai hingga peningkatan kapasitas aliran.

Namun rencana tersebut bukan tanpa hambatan. Di sepanjang bantaran yang akan ditata, terdapat sejumlah lahan milik warga yang telah memiliki sertifikat hak milik. Selain itu, beberapa jembatan eksisting juga perlu dibongkar untuk menyesuaikan desain saluran baru.

Baca Juga:  Dugaan Malpraktik di RSUD Buol, Pasien Operasi Usus Meninggal Dunia

“Ini yang mesti kita carikan solusinya agar pelaksanaan proyek tetap berjalan lancar,” ujar Imran.

Menurut Chiko Tricanescoro dari Dinas SDA, revitalisasi ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan ketahanan kawasan pesisir terhadap banjir dan rob. Selama ini kawasan Polder Kamal kerap dilanda genangan, terutama ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan pasang air laut.

Kondisi tersebut diperparah oleh karakter topografi saluran yang relatif landai serta konektivitas infrastruktur air yang belum optimal. Akibatnya, air kerap tertahan dan melimpas ke permukiman warga.

Untuk mengatasi persoalan itu, proyek akan dikerjakan dalam beberapa klaster pekerjaan. Selain penataan sungai, pemerintah juga berencana membantu fasilitas sanitasi warga.

“Ada hibah pembuatan septictank, kemudian rencana pembangunan IPAL komunal bila tersedia lahan kosong,” kata Chiko.

Ruang lingkup pekerjaan, lanjutnya, cukup luas dan tidak hanya berfokus pada pengerukan sungai. Proyek juga mencakup pembangunan saluran tembus, penguatan struktur bantaran, serta penataan Waduk Tegal Alur sebagai bagian dari sistem pengendalian air terpadu.

Perwakilan KSO kontraktor, Rinto, menjelaskan bahwa revitalisasi akan dilakukan secara menyeluruh. Tujuannya bukan hanya memperbaiki kondisi sungai, tetapi juga meningkatkan kemampuan sistem drainase dalam mengalirkan air secara lebih cepat dan stabil.

“Kami akan melakukan revitalisasi menyeluruh yang mencakup penguatan struktur sungai, peningkatan kapasitas aliran, serta konektivitas infrastruktur pengendalian banjir,” ujarnya.

Pekerjaan teknis yang direncanakan antara lain pemasangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) di bagian hulu, pembangunan dinding penahan tanah berbentuk L-Shape precast di Kali Kamal, hingga pengerjaan tunneling untuk memperlancar sistem aliran air.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek ini diharapkan menjadi salah satu tulang punggung pengendalian banjir di kawasan pesisir barat Jakarta. Di tengah tekanan urbanisasi dan perubahan iklim, sistem air yang lebih tangguh dianggap menjadi kebutuhan mendesak bagi kota yang sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut itu.

Pewarta: Dny
Editor : Linda Fang

Share :

Baca Juga

Nasional

Dari Ruang Serbaguna ke Lapangan Upacara, Jakarta Pusat Mulai Seleksi Paskibraka 2026

Jabodetabek

Prabowo Undang Presiden dan Wapres Terdahulu, Bahas Isu Strategis Nasional dan Global di Istana Merdeka

Nasional

Menyisir Ulang Data Warga, Jakpus Turunkan 163 Petugas Verifikasi DTSEN

Nasional

Kematian Karyawan PNM: Atasan Diduga Tidak Peduli Keselamatan Kerja

Nasional

Deru 40 Ekskavator Dihutan Lindung Solok Selatan: Nama Khairunas Disebut Dalam Pusaran Dugaan Aktivitas PETI

Nasional

Dewan Pers Sosialisasikan Pendataan Media di HPN 2026 Banten

Nasional

Sandi “Aman Semua” Dan Rimba yang Dikhianati

Nasional

Setiap Tahun Dianggarkan Oleh BPJN Sulawesi Tengah, Ruas Jalan Nasional Jalur Dua Kota Buol Rusak Parah