TINOMBALA.COM, Buol Sulteng — Keandalan listrik Buol masih menjadi pekerjaan rumah. Kendala teknis pada pembangkit diesel membuat pemerintah daerah mendorong rencana pembangunan PLTS hingga 20 megawatt (MW).
Rencana itu mencuat setelah Bupati Buol H. Risharyudi Tribowo, M.M. menandatangani surat dukungan penyediaan dan pendayagunaan lahan untuk PT ACE Energy Service di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
PLTS tersebut belum merupakan pembangkit yang beroperasi, melainkan masih dalam tahap awal pengembangan. Lokasinya direncanakan di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Biau, dengan kebutuhan lahan sekitar 15 hektare dan opsi integrasi Battery Energy Storage System (BESS).
Kebutuhan listrik Buol disebut sekitar 12 MW. Secara kapasitas, kebutuhan itu pada prinsipnya dapat dipenuhi. Persoalannya, keandalan pasokan masih dibayangi kendala teknis pembangkit diesel. Artinya, tersedianya daya belum otomatis menjamin listrik selalu andal.
Jika kelak terealisasi, tambahan hingga 20 MW diharapkan memperkuat sistem kelistrikan sekaligus menopang aktivitas ekonomi dan investasi.
Bupati meminta rencana investasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan pembangkit. Masyarakat lokal harus memperoleh manfaat melalui kesempatan kerja dan dampak ekonomi daerah.
” Kita tidak ingin hanya menjadi tempat investasi. Kita ingin investasi tersebut tumbuh bersama masyarakat Buol,” kata Risharyudi.
Rencana PLTS ini merupakan bagian dari program Berani Menyala Pemprov Sulawesi Tengah bersama PT ACE Energy Service. Namun, realisasinya masih bergantung pada survei, verifikasi lahan, kajian kelayakan serta pemenuhan seluruh persyaratan teknis, lingkungan, tata ruang, perizinan dan ketenagalistrikan.
Tantangannya jelas: bukan sekadar menambah megawatt, tetapi memastikan listrik Buol benar-benar lebih andal. (Rudy Sipat)
Sumber Diskominfotik
Editor Juma Usman





















