Breaking News

Home / Jabodetabek / Nasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:56 WIB

AI Bisa Manipulasi Wajah dalam Sekejap, Sudin Kominfotik Jakbar Ingatkan Bahaya Kejahatan Siber

Foto Istimewa Diskominfotik Jakbar

Foto Istimewa Diskominfotik Jakbar

TINOMBALA.COM, Jakarta — Ancaman kejahatan siber dinilai semakin mengkhawatirkan seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Suku Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Jakarta Barat mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap berbagai modus serangan digital yang kini kian sulit dikenali.

Peringatan itu disampaikan dalam kegiatan Security Awareness (Secaw) bertema Cyber Security & Human Risk, Memahami Peran Manusia Dalam Ketahanan Digital yang digelar di Studio Podcast Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa, 26/05/2026.

Kepala Seksi Aplikasi Siber dan Statistik Sudin Kominfotik Jakarta Barat, Nur Izzuddin, mengatakan edukasi keamanan siber harus dilakukan secara konsisten karena sebagian masyarakat masih menganggap ancaman digital sebagai persoalan sepele.

Menurut dia, manusia menjadi titik paling rentan dalam sistem keamanan digital karena mudah lupa dan sering kali baru sadar setelah menjadi korban.

“Kesadaran menjaga keamanan siber perlu terus diingatkan karena sifat manusia mudah lupa, terutama jika belum pernah menjadi korban secara langsung,” kata Nur Izzuddin saat dikonfirmasi.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan pegawai yang mengikuti kegiatan tersebut, baik secara langsung maupun melalui siaran langsung di kanal YouTube Kominfo Jakarta Barat.

Nur berharap edukasi itu mampu meningkatkan kecerdasan digital masyarakat sehingga dapat menerapkan langkah-langkah perlindungan data dan keamanan siber dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, narasumber dari Cyber Security Consultant, Ardian Oktadika, mengingatkan bahwa ancaman siber saat ini tidak lagi hanya menyasar kelemahan sistem teknologi, tetapi juga memanfaatkan celah psikologi manusia melalui metode social engineering seperti phishing.

“Ini bukan sekadar teknik canggih, melainkan bagaimana pelaku memengaruhi pikiran atau psikologi manusia,” ujarnya.

Ia menilai kelompok usia lanjut menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan siber karena masih minim pemahaman teknologi digital.

Baca Juga:  Mengurangi Ketergantungan Energi Fosil, QMB - HYNC Pelopori Inovasi Transisi Energi Dalam Kawasan IMIP

Selain itu, Ardian juga menyoroti perkembangan AI yang kini mampu memanipulasi foto maupun video secara instan. Teknologi tersebut, kata dia, berpotensi digunakan untuk penyebaran hoaks dan penipuan digital.

“Benteng terbaik menghadapi konten AI dan hoaks adalah meningkatkan literasi digital serta selalu melakukan verifikasi informasi dari berbagai sumber,” katanya.

Ardian turut membagikan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko kejahatan siber, mulai dari tidak sembarangan membuang label paket belanja, membatasi instalasi aplikasi, menghindari penggunaan Wi-Fi gratis untuk transaksi keuangan, hingga memasang antivirus dan menggunakan VPN untuk koneksi terenkripsi. (Dy)

Sumber : Diskominfotik Jakbar.

Share :

Baca Juga

Nasional

Terkait Kerja Jurnalistik, Wartawan Tidak Dapat Dijerat Dengan Menggunakan KUHP

Nasional

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Periksa Bupati Buol Risharyudi Triwibowo

Jabodetabek

Perang Melawan Korupsi: Uang Negara Direbut Kembali

Nasional

Cara Mudah Ketahui Kayu Berasal Dari Ilegal Logging

Nasional

Sandi “Aman Semua” Dan Rimba yang Dikhianati

Nasional

Forum Pemuda Muslim Provinsi Sulteng Desak Kasus Dugaan Pelecehan Alqur’an Segerah Diproses

Nasional

Dari Pembinaan Masyarakat ke Intelijen Keamanan: Jejak Pengabdian Kombes Atot Irawan

Nasional

Menjaga Malam Ramadan, Jakarta Barat Perketat Cipta Kondisi
error: Konten ini dilindungi hak cipta!